Masya Allah, Allahu Akbar! There are no other words that can explain what happened this morning. Mesjid deket rumah gw emang dah 'sakit'. Hanya karena perbedaan faham, pemilihan imam buat subuh tadi aja mesti ngeribut dulu
. Hmm, kira-kira begini kronologisnya:
Setelah mendengar Afgan nyanyi do'a niat berpuasa (tuh perahu pengen deh rasanya gw bolongin biar sekali-sekali gak nyanyi lagi
), gw pun bersiap tuk wudhu dan sikat gigi. Setelah adzan terdengar, gw baru wudhu (jadi yg tadi masih siap-siap doang, masih nonton PPT
) lanjut jalan ke mesjid deket rumah.
Dengan damai dan kaos item bekas tidur semalem gw jalan ke ntuh mesjid. Nyampe, iqamat pun dikumandangkan. Dan drama itu pun terjadi. Pengurus-pengurus mesjid yang berada di shaf terdepan bingung karena imam yang biasanya belum kelihatan. Beberapa orang lain pun menunjuk satu ustadz, yang dulunya adalah imam tetap mesjid ini. Tapi, salah satu pengurus menolaknya. Parah banget. Atas dasar apaan coba tuh guru ngaji gw ditolak jadi imam. Akhirnya keributan kecil terjadi. Dan beberapa jamaah milih untuk sholat di rumah, termasuk bokap gw. Astaghfirullah!!.
Akhirnya ada orang lain yang jadi imam. Dan sholat pun didirikan. Ckckckc, gak tau deh gw pikiran bapak-bapak di perumahan gw. Dan ternyata, selidik punya selidik, itu semua hanya karena perbedaan paham. Padahal seharusnya perbedaan itulah yang menjadikan agama Islam terlihat indah.
Mungkin ini yang disebut sebagai tanda-tanda kiamat.
Monday, September 22, 2008
Subuh Tadi...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment